Sisi Lain Young Engineer: Petuah Manusia Sepi | Personal Blog VM Atmanegara Sisi Lain Young Engineer: Petuah Manusia Sepi
Cinta, Benci dan Luka

Cinta, Benci dan Luka

   Ketika kau menyatakan dirimu siap untuk mencinta maka kaupun harus siap terluka, karena batas antara cinta dan benci sangatlah tipis, kebencian mampu menghadirkan luka di hati. Sesungguhnya di saat dirimu merasakan cinta begitu merah merekah di hati, benci bukannya tidak ada, namun benci tertutupi oleh cinta. Interaksi hati dan komunikasi yang baik akan mampu berusaha menghalangi benci untuk mampu muncul ke prmukaan hati. Namun, ketika semua itu mampu dikalahkan oleh benci, interaksi hati dan komunikasi membentur suatu permasalahan dan perbedaan keinginan, maka benci mampu menerobos benteng-benteng cinta yang kekuatannya kian melemah hingga benci tersebut muncul di permukaan hati dan menggores di setiap sudutnya. Maka hadirlah luka.
   Luka tercipta sebagai hasil pemberontakkan hati yang merintih inginkan cinta kembali dating, inginkan cinta mengobati goresan demi goresan yang tercipta di hati. Luka tidak akan bertahan jika cinta mampu kembali menghadang benci dan mampu menenggelamkannya kembali. Luka akan hilang melalui timangan cinta yang begitu lembut. Tutur kata yang hadirkan kepercayaan yang diterima logika. Keinginan untuk kembali membina rasa cinta yang seharusnya lebih besar dari benci agar tidak terjadi kembali goresan luka yang sama.
   Namun, jika cinta tidak lagi mampu meredam kebencian yang slalu terus menggores dan melukai hati, maka luka akan terus bersemayam di hati. Jika luka tersebut menemui batas waktunya, namun cinta tidak kunjung mampu mengalahkan benci, maka akan tercipta sesuatu yang tak termaafkan adanya.apalagi jika luka diwarnai oleh sedikit prasangka miring dan keraguan hati, maka luka akan menjadi dendam di hati. Di saat itulah hati hanya memberi ruang gelap dan beku untuk cinta. Bahkan terkadang hadir trauma hati yang tak ingin lagi untuk dirasuki cinta yang sama. Walaupun terkadang akan sembuh seiring hadirnya cinta yang melantunkan melodi yang baru, semua itu tergantung pada kekuatan hati.
   Oleh karena itu, kau harus selalu mrngiringi hati dengan cinta, jangan biarkan benci melarutkan dan menghadirkan luka di hati. Jadikanlah benci hanya untuk tujuan baik dan perubahan yang lebih baik, bukan untuk membiarkan iblis meniupkan dan mengajarkan permusuhan. Jangan pernah kau mencinta untuk membenci, tapi membencilah dengan cinta.
Lelaki dan Wanita

Lelaki dan Wanita

   Lelaki dan wanita tercipta untuk saling memberi isi hati, bukan seutuhnya wujud hati, Karena sangat sulit untuk keduanya saling memegang hati pasangannya. Lelaki tidak akan mampu memegang hati wanita yang penuh kesensitifan dan kelembutan berkarya perasaan. Begitupun sebaliknya, wanita akan sulit memegang hati lelaki yang lebih mudah perih dan sakit dibandingkan wanita. Wanita cenderung menahan perih dan sakitnya. Telaah hati wanita lebih dalam dan berlapis ketika menghadirkan rasa dibandingkan lelaki yang begitu mudah menghadirkan emosi diri. Hati wanita layaknya memiliki banyak ruang yang menjadi tempat menyimpan berjuta perasaan dari fenomena kehidupan, namun menyebabkan hatinya semakin sempit dan gerah, karena wanita paling sulit untuk menghapuskan rasa. Tidak jauh berbeda dengan hati lelaki yang juga pendendam, namun persaannya lebih mudah dihapuskan seiring perputaran waktu, terutama emosi yang hanya sesaat dan trus hilang hingga akhirnya menyesali amarahnya yang begitu tak terkontrol. Namun, pada dasarnya hati wanita dan lelaki sama-sama ingin dimengerti, dihargai dan dicintai dengan tulus dan kejujuran hati.
   Dalam hal cinta, manusia selalu ingin memiliki. Tapi, lelaki dan wanita memiliki metoda yang berbeda dalam menggapai cintanya. Lelaki mencintai dengan penuh hasrat ingin memiliki, sedangkan wanita mencintai dengan penuh pertimbangan rasa dan suasana. Lelaki kan mencintai wanitanya layaknya ia mencintai jantungnya, tak pernah ingin tuk terhenti jika keyakinan cinta tlah terpahat di hati, sedangkan wanita tidak begitu langsung meyakini cinta yang ia dapatkan, slalu menelaah kebenaran cintanya, meragukan dan mempertanyakan keyakinan cintanya.
   Lelaki paling hebat yaitu lelaki yang tidak pernah membuat wanitanya menangis dan bersedih beririskan luka perih di hati walaupun untuk setetes air mata. Sedangkan wanita yang hebat adalah wanita yang mampu meredam amarah lelakinya. Wanita yang tak pernah membuat lelakinya merasa diacuhkan walaupun untuk sesaat. Wanita yang selalu bisa mencari solusi dengan mencerna faktor penyebab amarah sehingga mampu mencairkannya dan selalu memberikan perhatian tak pernah putus.
   Lelaki dan wanita sebenarnya sama dalam menjalani kehidupan cintanya, sama-sama merasakan cinta, emosi, cemburu dan beribu perasaan lainnya. Seharusnya lelaki dan wanita mampu menghanyutkan waktu di kisah hidup mereka, sehingga mereka mampu memberikan ruang yang luas, dibandingkan jika mereka terhanyut oleh waktu, karena waktu itu hanya akan mengurangi kebebasan atau memberikan keterbatasan dalam mengekspresikan kehidupannya.
Meruntuhkan Benteng Trauma

Meruntuhkan Benteng Trauma

   Luka di hati bagaikan gas, menempati seisi ruangnya, tak menyisakan kekosongan bahkan untuk satu satuan kubiknya, selalu meniupkan kebencian dan terkadang membekukan hati menjadi dendam. Kelukaan butuh waktu untuk menghadirkan rasa maaf, pertimbangan akal sehat dan nurani bertarung di langit semu di antara cinta dan benci. Beribu memori dan prasangka menghiasi alunan pemikiran.
   Ketakutan menghadapi kelukaan yang sama yang mungkin akan terjadi lagi hadirkan trauma, wajar, namun tidak harus ditingkatkan melainkan semampunya diminimalisir, bahkan dihapuskan. Trauma hanya akan mengurangi semangat dan membawa diri menuju keputusasaan yang mengikis kebahagiaan hidup secara perlahan. Mendatarkan suasana, namun tidak menghadirkan ketenangan, bahkan menciptakan kerisauan yang terpendam. Hati dan pikiran selalu membayangkan dan dibayangi masa lalu. Menusuk-nusuk di hati dan otak, merubah warna kehidupan yang seharusnya cerah menjadi kelabu, jadikan hidup serasa tak bermakna. Runtuhkanlah benteng trauma sebisa mungkin. Meskipun haus mengorbankan seutuhnya perasaan masa lalu yang terpahat di hati. Namun, yakinlah, setelah semua habis, kau akan temui kembali warna dan makna kehidupanmu yang tertutup awan kelukaan masa lalu. Luka masa lalu harus mampu dimaafkan agar terlepas dari bayang-bayangnya dan bebas dari berbagai prasangka yang akan muncul kemudian, tidak harus dilupakan, namun jadikan pelajaran untuk menantang masa depan. Jangan hanyutkan diri di masa lalu, namun hanyutkanlah masa lalu ke dalam diri seiring perputaran waktu.
   Dengan meruntuhkan benteng trauma berarti kau telah menyelamatkan diri dari jurang luka tanpa ujung, kelam dan menakutkan.
Back To Top