Sisi Lain Young Engineer: Islami | Personal Blog VM Atmanegara Sisi Lain Young Engineer: Islami

PERJUANGAN TARAWIH "AL-ITTIHAD"

Bumi Tessa - Purwakarta, 16 Mei 2018

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa dan paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Keberkahan limpahan rahmat, kemuliaan pahala yang berlipat ganda dan hujan ampunan di bulan ramadhan semakin meningkatkan semangat orang muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikkan, terutama dalam hal beribadah dan beramal. Di dalam bulan ramadhan umat muslim yang beriman diwajibkan berpuasa, dan dianjurkan melakukan qiyamul lail, yaitu shalat sunah tarawih dan witir secara berjamaah. Dalam salah satu Hadist Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam disebutkan anjuran sebagai berikut:

"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim)"


Mengawali bulan Ramadhan 1439 H, warga Perumahan Bumi Tessa, Munjuljaya, Purwakarta sepakat untuk melaksanakan ibadah sholat isya dan tarawih berjamaah di dalam kawasan perumahan. Namun, karena belum adanya sarana ibadah (Masjid/Mushola) maka kegiatan ibadah dilaksanakan di jalan. Prinsip "AL-ITTIHAD" yang secara harfiah berarti persatuan, Alhamdulillah telah tertanam di hati seluruh warga, sehingga pelaksanaan ibadah tarawih pertama kali dapat dipersiapkan, dilalui dan diakhiri lancar, walaupun ada kekhawatiran "Misbar" alias Gerimis Bubar.




abuathar
Doc. Paguyuban Warga Bumi Tessa



Pelaksanaan shalat isya, tarawih dan witir berjamaah diimami oleh Bapak Hambali dan diikuti oleh 40-50 warga laki-laki dan perempuan. Di sela waktu shalat isya dan shalat tarawih beliau juga memberikan pencerahan berkenaan dengan ibadah bulan ramadhan, seperti puasa (shaum), tarawih dan witir. 




Insya Allah, dengan gambaran semangat beribadah dari warga Bumi Tessa, semoga dapat segera direalisasikan keinginan untuk memiliki sarana ibadah Mushola yang kelak akan diberi nama "AL ITTIHAD" sesuai dengan filosofi Persatuan yang telah tertanam di hati seluruh warga.



Salam,
Abu Athar


MANUSIA YANG TANGGUH TIDAK TAKUT COBAAN

Pernahkah Agan mania merasakan sedih sesedih-sedihnya atau kecewa berat dalam menghadapi cobaan dalam hidup?. Pernah?. Sama!. Itu merupakan hal yang wajar, namun yang perlu diwaspadai adalah cara kita mengarahkan perasaan sedih dan kecewa itu.

Misalnya, Agan sedang suka banget sama seseorang, kemudian membuat persiapan untuk melamar Sang Pujaan, namun tanpa diduga, orang lain mendahului maksud Agan alias 'ditikung'. Panggung pelaminan yang seharusnya menjadi mimpi kebahagiaan Agan menjadi panggung kesedihan dan kekecewaan yang teramat dalam. 

abuathar.com
Sumber Gambar: 1cak.com

#Ekstreem banget sii, gan contohnya
#Kena banget ya Jombs??
#Ah, gue mah biasa aja

Dalam menghadapi cobaan, positif thinking adalah solusinya. Semua cobaan yang ditimpakan kepada manusia pasti tidak akan melebihi batas kemampuan sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran bahwasanya "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (QS.2:286). Selain itu, Allah juga menjanjikan "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. 94: 5-6).

Jangankan manusia biasa seperti Agan, saya dan seluruh penduduk bumi saat ini, Nabiyullah Ayub Alaihi Salam juga pernah diberikan cobaan yang begitu berat jika ditakar dengan ukuran manusia saat ini. Nabi Ayub diuji diuji dengan penyakit kulit selama bertahun-tahun, serta kehilangan harta dan benda. Ada poin pelajaran berharga yang patut diambil dari Kisah Nabi Ayub dalam menghadapi cobaan untuk menjadi manusia yang tangguh.

1. Ikhlas

Keikhlasan Nabi Ayub dapat terlihat pada jawabannya saat setan menggodanya, yaitu ia berkata, "Segala Puji bagi Allah. Dia-lah yang memberi, Dia pulalah yang berhak mengambil". Keihlasan akan membuat seseorang mudah dalam memperbaiki dan mencari solusi. Jika dibandingkan mengeluh akan keadaan, malah semakin membuat tenggelam dalam putus asa. Ada banyak sekali ayat Quran dan riwayat yang menyatakan bahwasanya cobaan atau ujian yang datang itu memiliki sisi yang positif jika dimaknai dengan ikhlas dan pemikiran positif, diantaranya:

abuathar.com
Sumber Gambar: Google.com

a. Reminder untuk kembali kepada kebenaran
"Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk agar mereka kembali (kepada kebenaran)" (QS 7:168)

b. Salah satu jalan menuju ampunan dan pahala yang besar
"Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar." (QS 11:11)

c. Menambah catatan kebaikkan dan menghapus dosa
"Tiada seorang muslim tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan mengapus darinya dosa" (HR Bukhari)
"Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah) (HR Bukhari)

2. Semangat Zikrullah (Ingat pada Allah)
Dalam keadaan sakit yang semakin parah, Nabi Ayub tetap rajin beribadah kepada Allah dan semakin kuat hati dan lisannya mengingat Allah. Hingga iblispun merasa kelelahan menggoda Nabi Ayub. Mengingat Allah memang merupakan cara yang tepat dalam menghadapi cobaan. Tepat jika mengadu kepada Allah, karena Dia-lah yang Maha Mengatur segala urusan di langit dan di bumi. Zikir, Doa dan Sholat akan menjauhkan diri dari hasutan-hasutan setan untuk berbuat hal-hal yang dapat merusak diri, seperti terjerumus minuman keras, narkoba, maksiat bahkan bunuh diri. Cobaan itu jika ditelaah dengan iman merupakan bukti kasih sayang Allah kepada kita.
abuathar.com
Sumber Gambar: viva.co.id
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (QS2:216)
"Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu."(QS 93:3)
3. Sabar
Penyakit yang bertahun-tahun dibandingkan dengan nikmat yang telah diberikan 70 tahun membuat Nabi Ayub menjadi bijak dalam menata hatinya untuk bersabar mendapati cobaan dari Allah. Tiada keluh kesah yang membuat dia menyerah bahkan berpaling dari Allah. Semua dijalani seperti hari-hari sebelumnya bahkan semakin meningkat rasa keimanannya kepada Allah. Hasil dari kesabaran adalah kelapangan hati. Sabar diiringi dengan shalat adalah kepuasan hati menuju limpahan solusi. 

"Aku (rasulullah) mengagumi seorang mukmin yang bila memperoleh kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur. bila ditimpa musibah, dia memuji Allah dan bersabar" (HR Ahmad).

"Orang yang berbahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang-orang yang terkena ujian dan cobaan, dia bersabar." (HR Ahmad)
Gimana Agan?, masih mau galau berkepanjangan, ngga donk yes, malu donk. Apapun yang terjadi di kehidupan ini, semuanya pasti ada hikmah dan pasti ada jalan keluar, karena Allah punya rencana yang lebih baik daripada yang diketahui manusia. 
Makanya, kalau lagi galau karena cinta, pekerjaan, pelajaran, dan lain sebagainya. Ikhlasin aja,  tetap tingkatkan zikrullah, zikir, doa dan sholat. Kemudian bersabar sampai Allah memberikan solusi Nya.


Salam Ukhuwah,
Abu Athar
Sumber bacaan:
http://www.jejakkasus.info/2016/01/allah-msmberikan-ujian-hambahnya-sesuai_17.html
https://www.motivasi-islami.com/menghadapi-cobaan/
https://kucinta-allah.blogspot.co.id/2011/12/nabi-ayub-adalah-orang-yang-paling.html
http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2015/03/kisah-lengkap-nabi-ayub-as.html

YANG BERAT ITU BUKAN RINDU, TAPI SAKARATUL MAUT

Saat ini, semua orang sedang terlena dengan kalimat "Jangan Rindu, itu berat, biar aku saja". Kalimat yang sedang viral di kalangan kids jaman now merupakan potongan dialog yang diambil dari salah satu film layar lebar. Tapi kali ini, saya tidak ingin membahas film itu. Saya lebih tersentuh  untuk menceritakan tentang kiriman image oleh salah seorang teman whatsapp menyindir kalimat viral tersebut. Berikut image-nya:

abuathar.com


Ya, dahsyat kan kata-katanya?. Terus terang, saya tersentak dan kembali teringat kisah akhir hayat Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam.

Di suatu khutbah yang tidak disangka akan menjadi khutbah terakhirnya, Rasulullah menyampaikan, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taatilah dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Al Quran dan Sunnah. Barang siapa yang mencintai sunnah, berarti mencintaiku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk syurga bersamaku".

Di akhir khutbah, Rasulullah memandang satu per satu ke arah para sahabat. Abu Bakar matanya berkaca-kaca, Umar terlihat menahan nafas dan tangisnya, Utsman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya. Para sahabat tahu bahwa isyarat itu adalah pertanda Rasulullah akan pergi meninggalkan dunia.

Singkat cerita, melihat kondisi Rasulullah yang lemah, beliau dibawa ke rumahnya. Dalam kondisi terbaring lemah di rumahnya. Seorang tamu yang tidak dikenali menghampiri Rasulullah, mengucapkan salam dan memita izin masuk dari luar rumah, namun ditolak oleh Fatimah. Saat Fatimah kembali kepada Rasulullah, beliau bertanya "Siapa itu wahai anakku". Fatimah menjawab tidak tahu karena menurutnya seperti orang baru yang belum dikenalinya. Kemudian Rasulullah memberitahu Fatimah "Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut". Fatimah pun tak kuasa menahan tangisnya mendengar penjelasan Rasulullah tersebut.

Malaikat maut pun akhirnya diizinkan menghampiri Rasulullah, namun beliau menanyakan kenapa Jibril tidak ikut. Kemudian Jibril dipanggil dan dengan segera mendatangi Rasulullah karena sudah bersiap-siap di langit. Rasulullah bertanya kepada malaikat Jibril "Wahai Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?. Jibril menjawab, "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu dan semua syurga telah terbuka lebar menanti kedatanganmu.", ucap Jibril. Jawaban itu tidak cukup membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?, tanya Jibril. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak", tanya Rasulullah lagi. "Jangan kawatir wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman 'Kuharamkan  syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya", ucap Jibril.

Malaikat Izrail kemudian melakukan tugasnya, perlahan ruh Rasulullah ditarik. Seluruh tubuh Rasulullah penuh dengan peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini". Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah memejamkan mata, Ali yang disampingnya menundukkan kepalanya dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah engkau melihatku wahai Jibril", tanya Rasulullah. "Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal", ucap Jibril. Kemudian terdengar Rasululah mengaduh karena sakit yang tidak tertahankan lagi, kemudian berdoa "Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa sakaratul maut ini kepadaku, jangan kepada umatku". Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali kemudian mendekatkan telinganya "Uushiikum bis-shalati, wa maa malakat aimaanukum" (artinya;"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu"). 

Tangis bersahutan mulai terdengar dari arah luar. Fatimah menutupkan tangan ke wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke arah bibir Rasulullah yang mulai membiru. "Ummati, ummati, ummati" (artinya:"Umatku, umatku, umatku"). Dan innalillahi wa inna ilaihi rajiun, berakhirlah hidup Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam, sang kekasih Allah.

Dapat diambil pelajaran dari kisah di atas bahwasanya betapa cintanya rasulullah kepada umatnya , pertama pada pertanyaan beliau kepada malaikat Jibril sebelum nyawanya dicabut oleh malaikat Izrail, "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah", tanya Rasulullah Kemudian malaikat Jibril menjawab, "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu, semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu". Namun, wajah Rasulullah masih terlihat murung, lalu jibril bertanya, "Engkau tidak bahagia mendengar kabar ini". Kemudian Rasul melontarkan pertanyaan kembali, "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak". "Jangan khawatir wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamakan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya", terang Malaikat Jibril yang kemudian cukup menenangkan.

Kedua, saat malaikat Izrail menunaikan tugasnya, Nabi Muhammad berdoa di  "Ya Allah, dahsyat sekali sakaratul maut ini, timpakan saja semua sakitnya kepadaku, jangan pada umatku."

Ketiga, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Nabi Muhammad sempat mengucapkan "Umatku, umatku, umatku"

Ini mungkin pesan yang ingin teman saya sampaikan, menyadari betapa kasih dan sayangnya Rasul kepada umatnya, berkat doa beliau, sampai kapanpun tidak ada seorang umat Rasullullah yang mengalami betapa beratnya sakaratul maut yang sesungguhnya, melainkan telah diringankan sakitnya karena doa beliau. Begitu gambaran betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya.

Salam Ukhuwah,
Abi Atharauf

Sumber bacaan: 
mozaik.inilah.com/read/detail/2240075/detik-detik-akhir-hayat-rasulullah-saw
https://hatta16.wordpress.com/2008/09/21/akhir-hayat-rasulullah-muhammad-saw/
https://www.facebook.com/notes/タ-オ-ル/...akhir-hayat.../10152096947162073/
https://blog.al-habib.info/id/2011/02/episode-cinta-di-akhir-hayat-nabi-muhammad/

Back To Top